BANDUNG--Pengguna kendaraan motor saat mudik lebaran 2009 diperkirakan
naik 20 persen. Pada mudik 2008, pengguna motor mencapai 3,3 juta.
Dengan kenaikan tersebut diperkirakan jadi 3,9 juta motor pada 2009.
''Kita makin meningkatkan kewaspadaan di jalan,'' ujar Direktur Lalu
Lintas dan Angktan Jalan (LLAJ) Ditjen Hubungan Darat Departemen
Perhubungan, Sudirman Lambali, di Bandung, Rabu (26/8). Jika selama ini,
pengawasan fokus di terminal, stasiun dan bandara kini bergeser ke jalan.
Sebenarnya Dephub tidak menganjurkan pemudik menggunakan sepeda motor.
Pasalnya, motor tidak didesain untuk perjalanan jarak jauh. Selain itu,
motor kurang stabil dibanding motor sehingga rawan mengalami kecelakaan.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Sudirman membatasi penggunaan motor
hanya untuk dua orang. Jika ada yang memiliki anak, Jasa Raharja
memberikan fasilitas mudik bareng. ''Bapaknya bisa naik motor, anak dan
ibunya bisa mudik bareng,'' katanya menjelaskan.
Sedangkan yang membawa barang, sambung Sudirman, tingginya tidak boleh
melebihi pengendara dan lebarnya tidak melebihi kemudi. Jika melanggar,
pengemudi bisa dikenakan sanksi berupa tilang. Namun tilang tidak
menyelesaikan masalah. ''Misalnya, yang berpenumpang tiga ditilang,
setelah ditilang mereka tetap saja melanjutkan perjalanan,'' katanya
menjelaskan.
Pengaturan khusus akan dikeluarkan daerah masing-masing disesuaikan
dengan kondisi wilayah. Sedangkan mobil pribadi diperkirakan naik empat
persen.
Perkiraan ini berdasarkan hasil pantauan sepuluh provinsi yakni Sumatera
Utara, Sulawesi Selatan, seluruh provinsi di Jawa, Lampung dan Bali.
Untuk Jabar sendiri, Organda Jabar memperkirakan kenaikan berkisar 5-10
persen dibanding tahun lalu. Angka ini diperoleh dari asumsi penjualan
motor sebanyak 5,3 juta pada 2009, dan sepuluh persen diantaranya
berasal dari Jabar. ren/ahi
By Republika Newsroom
Rabu, 26 Agustus 2009 pukul 15:57:00
Selasa, 15 September 2009
Rabu, 09 September 2009
Bumi Indonesia di landa GEMPA!!
pukul 14.55 terjadi gempa yang berpusat di barat daya tasikmalaya dengan kedalaman 30 km berkekuatan 7.3 SR, telah menghancurkan sebagian bangunan terutama di tasiknya tersebut!! Gempa ini terasa hingga beberapa kota di pulau jawa. Dan juga korban yang berhamburan dimana-mana akibat gempa ini. Korban gempa terus bertambah. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sampai Sabtu (5/9) pagi, korban tewas mencapai 65 orang. Mereka tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Di Sukabumi dilaporkan ada tiga korban tewas. Korban terbanyak 22 orang, ditemukan di Kabupaten Cianjur. Di Bandung tercatat 15 tewas dan seorang meninggal di Bandung barat.
Korban tewas di Garut mencapai tujuh orang, Bogor dua orang dan Ciamis enam orang. Di Tasikmalaya, pusat gempa, korban tewas mencapai lima orang, dan 4 orang di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mencatat 32 orang hilang, 444 orang terluka ringan dan 35 orang luka berat. Sedangkan jumlah bangunan yang mengalami rusak ringan mencapai 3.480 dan yang rusak berat 4.451 buah.(DOR)
Di Sukabumi dilaporkan ada tiga korban tewas. Korban terbanyak 22 orang, ditemukan di Kabupaten Cianjur. Di Bandung tercatat 15 tewas dan seorang meninggal di Bandung barat.
Korban tewas di Garut mencapai tujuh orang, Bogor dua orang dan Ciamis enam orang. Di Tasikmalaya, pusat gempa, korban tewas mencapai lima orang, dan 4 orang di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mencatat 32 orang hilang, 444 orang terluka ringan dan 35 orang luka berat. Sedangkan jumlah bangunan yang mengalami rusak ringan mencapai 3.480 dan yang rusak berat 4.451 buah.(DOR)
Langganan:
Komentar (Atom)

